Para ojol sedang menunggu orderan dikawasan Senayan Jakarta Selatan ( Dokumentasi : Yara Abdan Shalla )
Pembatasan tersebut meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial budaya dan pembatasan moda transportasi.
Semenjak awal virus ini masuk dan diterapkannya aturan PSBB disejumlah daerah, Kini fitur antar penumpang dinon-aktifkan sementara dan parahnya lagi insentif yang didapatkan para driver menurun drastis.
Pria yang berdomisili di Pondok Indah, Jakarta Selatan ini mengeluhkan tempat yang biasa ia tongkrongi ramai kini mulai sepi. Hal tersebut menurutnya karena orang yang biasa pergi sekolah, bekerja, dan jalan jalan kini memilih untuk dirumah saja.
“ Sepi banget semenjak corona dateng, fitur ride dinonaktifin dan insentif pun per order hanya 1500 perak aja, ya walaupun gak cukup dicukup cukupin ajalah, banyak banyak bersyukur aja rezeki udah ada yang atur.” tuturnya.
Wawancara dengan ojol ( Dokumentasi : Yara Abdan Shalla )
Hal serupa juga dirasakan Auli yang biasa mengambil orderan antar penumpang, kini ia hanya terpaku mengambil orderan barang dan makanan saja.
“ Sekarang juga orderan send ( pengantaran barang ) dan food ( pengantaran makanan ) juga jarang mas, ini saja dari pagi sampai sore hanya dapat 40 ribu “ ujar auli pria yang berdomisili di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Kontak Narasumber :
- Auli Ramadhan : 0895329034996
- Muhammad Fauzan Asy-Syuja : 089654533295
Nama : Yara Abdan Shalla
NIM : 1671504213
Kelas : YE
Mata Kuliah : Dasar - Dasar Jurnalistik
Dosen Pengampu : Dra. Racmi Kurnia Siregar, M.I.Kom





