Senin, 15 Juni 2020

NASIB DRIVER OJOL TEROMBANG AMBING DITENGAH PANDEMI


Para ojol sedang menunggu orderan dikawasan Senayan Jakarta Selatan ( Dokumentasi : Yara Abdan Shalla )


JAKARTA, Wabah virus corona masih terus menghantui sejumlah negara di dunia. Tak terkecuali Indonesia. Dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19 agar bisa segera dilaksanakan di berbagai daerah. Aturan PSBB tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020.
 
Pembatasan tersebut meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial budaya  dan pembatasan moda transportasi.
 
Semenjak awal virus ini masuk dan diterapkannya aturan PSBB disejumlah daerah, Kini fitur antar penumpang dinon-aktifkan sementara dan parahnya lagi insentif yang didapatkan para driver menurun drastis.
 
Wawancara dengan ojol ( Dokumentasi : Yara Abdan Shalla )


“ Parah banget saya biasa keluar dari pagi sampai sore udah dapet 250 ribu, sekarang nyari 50 ribu aja susahnya setengah mati “ ujar Fauzan salah satu driver ojol yang saya temui.
 
Pria yang berdomisili di Pondok Indah, Jakarta Selatan ini mengeluhkan tempat yang biasa ia tongkrongi ramai kini mulai sepi. Hal tersebut menurutnya karena orang yang biasa pergi sekolah, bekerja, dan jalan jalan kini memilih untuk dirumah saja.
 
“ Sepi banget semenjak corona dateng, fitur ride dinonaktifin dan insentif pun per order hanya 1500 perak aja, ya walaupun gak cukup dicukup cukupin ajalah, banyak banyak bersyukur aja rezeki udah ada yang atur.” tuturnya.


Wawancara dengan ojol ( Dokumentasi : Yara Abdan Shalla )
 
Hal serupa juga dirasakan Auli yang biasa mengambil orderan antar penumpang, kini ia hanya terpaku mengambil orderan barang dan makanan saja.
 
“ Sekarang juga orderan send ( pengantaran barang ) dan food ( pengantaran makanan ) juga jarang mas, ini saja dari pagi sampai sore hanya dapat 40 ribu “ ujar auli pria yang berdomisili di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.









Kontak Narasumber : 

- Auli Ramadhan                          : 0895329034996

- Muhammad Fauzan Asy-Syuja : 089654533295

Nama                    : Yara Abdan Shalla

NIM                       : 1671504213

Kelas                     : YE

Mata Kuliah           : Dasar - Dasar Jurnalistik

Dosen Pengampu : Dra. Racmi Kurnia Siregar, M.I.Kom


Sabtu, 09 Maret 2019

JENIS JENIS BERITA

- HARDNEWS ( BERITA BERAT )
  
  Hardnews adalah berita tentang peristiwa yang dianggap penting bagi masyarakat baik sebagai individu, kelompok maupun organisasi. Aktualitas merupakan unsur penting disini dari berita langsung, Peristiwa atau kejadian yang sudah lama terjadi tidak bernilai untuk berita langsung , Namun aktualitas bukan hanya menyangkut waktu, makin baru berita itu disiarkan, maka berita tersebut makin baik

- SOFTNEWS ( BERITA RINGAN )

  Softnews adalah berita yang tidak terikat dengan aktualitas namun memiliki daya tarik bagi pemirsanya. Berita berita semacam ini seringkali lebih menitikberatkan pada hal hal yang dapat menakjubkan atau mengherankan pemirsa. Ia juga dapat menimbulkan kekhawatiran, bahkan ketakutan, atau mungkin juga menimbulkan simpati. Dengan kata lain, softnews langsung menyentuh emosi sang pembaca, misalnya keterharuan, kegembiraan, kasihan, kegeraman, kelucuan, kemarahan dan lain lain. 

REFRENSI :

JUDUL             : JURNALISTIK
PENGARANG : INDAH SURYAWATI
PENERBIT      : GHALIA INDONESIA, BOGOR 2011

Kamis, 06 Desember 2018

Jepang memiliki begitu banyak rumah kosong itu memberikan mereka pergi


Okutama, jepang (CNN) - empat tahun Yang lalu, naoko Dan takayuki IDA diberikan sebuah rumah.

Ini adalah rumah bertingkat dua yang terletak di tengah-tengah pepohonan di jalan pedesaan yang berkelok-kelok di kota kecil Okutama, di prefektur Tokyo. Sebelum pindah, pasangan itu dan anak-anak mereka -- dua remaja dan anak berusia lima tahun -- semuanya tinggal bersama okrang tua Naoko

"Kami harus melakukan banyak perbaikan (di rumah kami yang baru), tetapi kami selalu ingin tinggal di pedesaan dan memiliki kebun yang besar," kata Naoko, 45.



Sebuah rumah gratis mungkin terdengar seperti scam. Tetapi, jepang menghadapi problem properti yang tidak biasa: ada lebih banyak rumah daripada orang-orang yang tinggal di dalamnya

Pada 2013, terdapat 61 juta rumah dan 52 juta rumah tangga, menurut Forum kebijakan jepang. Dan situasi ini semakin memburuk.

Populasi jepang diharapkan merosot dari 127 juta menjadi sekitar 88 juta pada tahun 2065, menurut lembaga nasional dan keamanan sosial, yang berarti bahkan lebih sedikit orang akan membutuhkan rumah. Sewaktu kaum muda meninggalkan daerah pedesaan untuk pekerjaan kota, pedesaan jepang telah dihantui oleh rumah-rumah "hantu" yang ditinggalkan, yang dikenal sebagai "akiya ".

Diperkirakan bahwa pada tahun 2040, hampir 900 kota dan desa di seluruh jepang tidak akan ada lagi - dan Okutama adalah salah satu dari mereka. Dalam hal itu, memberikan properti adalah tawaran untuk bertahan hidup

"Pada tahun 2014, kami mendapati bahwa Okutama adalah salah satu kota di Tokyo (prefektur) yang diduga lenyap pada tahun 2040," kata Kazutaka Niijima, seorang pejabat dengan departemen Okutama Youth revitalisasi (OYR), sebuah badan pemerintah yang dibentuk untuk mengisi ulang kota itu.

Rabu, 28 November 2018

Angkutan Umum Ngetem di Jalan WR Supratman, Pondok Ranji Bintaro




Bintaro, Tangeran Selatan
Angkutan Umum bernomor S08 maupun D18 mengetem dan memakan setengah jalan. Padahal, Jl. WR Supratman tergolong kecil dan sempit. 
Ditambah lagi dengan jalur yang dekat dengan stasiun. Kendaraan semakin banyak yang berlalu lalang. 

Salah satu penumpang KRL mengatakan bahwa Jalan WR Supratman perlu adanya perbaikan. Struktur jalanan yang rusak dan bolong membuat para pengendara maupun pejalan kaki sulit melaluinya. 

"Perlu diperbaiki. Sudah hancur jalanannya. Angkot juga banyak yang ngetem seenaknya. Ini kan terkenal jalan besar. Lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki. Semoga diperhatikan." Ujar warga

Rel Kereta Api juga menambah kemacetan yang ada di Jalan tersebut. 

Masyarakat berharap bahwa adanya pihak petugas untuk mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan

sumber : https://youtu.be/yDVw9qkwwkU